Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi program unggulan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka menyedot anggaran ratusan triliun rupiah, tapi pelaksanaannya justru menyisakan banyak persoalan: minim transparansi, lemahnya payung hukum, kasus keracunan massal, hingga dugaan konflik kepentingan dan politik patronase.
Penelusuran ICW menemukan indikasi keterlibatan politisi, keluarga elite, militer, dan aparat penegak hukum dalam pengelolaan program ini.
Mari kita simak beritanya:
Temuan ini menunjukkan bahwa MBG berisiko lebih berfungsi sebagai alat konsolidasi politik ketimbang program pemenuhan gizi publik.

Komentar
Posting Komentar